Dirham Fauzan Ibrahim

Sabtu, 29 Maret 2014

Mengukur Luas Neraka Dengan Matematika Manusia



 
Berapakah kira-kira luas neraka ?

Suatu saat Abu Hurairah ra, mengatakan, ketika kami bersama rasulullah, tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras, seperti benda yang jatuh menggelegar.

Rasulullah SAW mengatakan “Tahukah kamu sekalian, suara apa itu?”

Kami menjawab  “Hanya Allah dan rasulNya sajalah yang lebih mengetahuinya.”

Rasulullah SAW menjawab “Itu tadi adalah suara dari sebuah batu yang dijatuhkan ke dalam jurang neraka, sejak tujuh puluh tahun yang lalu, baru sampai ke dasarnya ini tadi” (HR. Muslim)

Benda yang jatuh, secara ilmu fisika bisa dihitung jaraknya. Berdasarkan gravitasi yang berlaku. Jika gravitasi bumi kita ini adalah 9,8 m / detik, maka dengan mudah kita bisa menghitung jarak tempuh batu yang jatuh mengikuti rumus 1/2 gt2. Jika jatuhnya ke bumi kita sbb:

Jarak tempuh batu selama 70 tahun adalah, 0,5 x [70X360X24X60X60] x [70X360X24X60X60] x 9,8 m = 23.228.686.172.160.000 m = 23.228.686.172.160 km,

Bandingkan garis tengah bumi kita hanya: 12.756 km. Ini berarti, bahwa neraka memiliki kedalaman: 23.228.686.172.160 km /12.756 km = 1.821.000.797.441,2 X diameter bumi ini jika dipakai gravitasi bumi kita.

Artinya bahwa, jika jurang neraka itu diukur berdasarkan gravitasi bumi kita, maka neraka memiliki kedalaman = 1.821.000.797.441,2 kali garis tengahnya bumi.

Atau jika kita menggali sebuah sumur, maka sumur itu akan mencapai kedalaman seperti yang kita hitung di atas. Apabila sumur itu menembus bumi berulang kali, sampai sebanyak 1.821.000.797.441,2 kali.

Dari sini saja kita sudah sulit membayangkan betapa dalamnya jurang neraka seperti yang diinformasikan oleh Rasulullah SAW tadi.

Jadi jurang neraka itu sedalam: 1.821.000.797.441,2 kali tebalnya bumi. Ah, betapa menggiriskan! Yang baru kita illustrasikan tadi kedalaman vertikal neraka, bagaimana pula lebar horizontalnya.

Semestinya lebar horizontal lebih luas dari vertikalnya, ibarat bumi yang memiliki permukaan lebih luas dibanding ketinggian atmosfir bumi.

Tetapi kedalaman itu belum seberapa, sebab nanti di yaumil akhir, bumi kita ini akan diganti oleh bumi yang lain. Sehingga gravitasi yang dimaksud tentu bukan gaya gravitasi bumi kita ini.

Tetapi gravitasi bumi baru, yang jauh lebih hebat dan lebih dahsyat kekuatan daya tariknya.

“Ketika bumi ini diganti dengan bumi yang lain, begitu pula dengan langitnya, Mereka bermunculan dari kuburnya masing-masing menghadap kepada Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa.” (QS. Ibrahim 14 : 48)

Jangankan dipakai ukuran bumi baru yang kita belum tahu gravitasinya. Andaikata dipakai ukuran gaya tariknya Black Hole saja, yg mempunyai perbandingan 1 : 100 trilyun (perbandingan ini telah dianalisis pada suatu diskusi ilmiah yang bejudul “Menikmati keindahan Allah melalui logika dan tanda-tanda”), maka kedalaman neraka menjadi sangat sangat menggiriskan
Secara matematis kedalaman itu menjadi : 23.228.686.172.160 km X 100.000.000.000.000 = 232.286.861.721.600.000.000.000. 000 km

Sebagai gambaran, bila 1 trilyun atau 1000 milyar manusia sekalipun dimasukkan kedalam neraka sekaligus maka tiap orangnya masih bisa diberi jatah ruang lebih dari 200 trilyun kilometer persegi.

Sehingga kalau seseorang dimasukkan ke dalam neraka, jangan harap mudah menemukan teman senasib dan sependeritaan, apalagi sampai berbagi duka dan saling memberi dorongan agar tabah.

Tulisan ini belum lagi membicarakan dahsyatnya suhu neraka serta ragam siksaan dan kualitas siksaannya. Sebagai gambaran singkat Rasulullah SAW pernah berkata, andaikata dari dalam neraka yang dahsyat itu menerobos keluar apinya meskipun hanya sebesar lubang jarum saja, maka hancur binasalah bumi kita.

Tulisan ini juga belum menggambarkan bahwa di neraka tubuh manusia tidak langsung gosong atau meleleh tapi memuai dahulu.

Rasulullah SAW pernah berkata bahwa ada gigi seorang kafir yang akan menjadi sebesar gunung Uhud di neraka. Hadits lain meriwayatkan bahwa tebal kulit manusia di neraka akan (memuai) hingga setebal 3 hari perjalanan, jauh lebih tebal dibanding kulit sapi yang digoreng dan memuai hingga setebal kerupuk kulit.

Inilah mungkin hikmah kenapa jatah ruang neraka untuk setiap penghuninya diberi kapasitas yang sedemikian luasnya.

"Maha Besar Allah dengan segala kekuasaanNya"

Semoga kita terbebas dari siksa kubur dan api neraka. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.
Mengutip perkataan para Imam Mahzab :
  • Imam Abu Hanifah rahimahullah, Beliau mengatakan, “Tidak boleh bagi seorangpun berpendapat dengan pendapat kami hingga dia mengetahui dalil bagi pendapat tersebut.” Diriwayatkan juga bahwa beliau mengatakan, “Haram bagi seorang berfatwa dengan pendapatku sedang dia tidak mengetahui dalilnya.”
  • Imam Malik bin Anas rahimahullah, Beliau mengatakan, “Aku hanyalah seorang manusia, terkadang benar dan salah. Maka, telitilah pendapatku. Setiap pendapat yang sesuai dengan al-Quran dan sunnah nabi, maka ambillah. Dan jika tidak sesuai dengan keduanya, maka tinggalkanlah.” (Jami’ Bayan al-’Ilmi wa Fadhlih 2/32). Beliau juga mengatakan, “Setiap orang sesudah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dapat diambil dan ditinggalkan perkataannya, kecuali perkataan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Jami’ Bayan al-’Ilmi wa Fadhlih 2/91).
  • Imam Asy-Syafi’i rahimahullah, Beliau mengatakan, “Apabila kalian menemukan pendapat di dalam kitabku yang berseberangan dengan sunnah rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ambillah sunnah tersebut dan tinggalkan pendapatku.” (Al-Majmu’ 1/63).
  • Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah Beliau mengatakan, “Janganlah kalian taklid kepadaku, jangan pula bertaklid kepada Malik, ats-Tsauri, al-Auza’i, tapi ikutilah dalil.” (I’lam al-Muwaqqi’in 2/201;Asy-Syamilah,).
Jadi biasain menulis sumber kalo copas.

Sabtu, 09 November 2013

Salah Satu Loji Rosicrucian Indonesia Terdeteksi


Sudah sejak lama saya memikirkan teka-teki terkait dengan pelarangan kegiatan AMORC (Ancient Mystical Order of Rosae Crucis / Rosy Cross / Rosi Crucian) oleh Presiden Sukarno yang terdapat dalam PEPERTI RI No 7 Tahun 1961, bersama dengan Vrijmetselaren Loge dan Moral Rearmament Movement. AMORC memang terkenal dengan lawatannya ke berbagai penjuru dunia, untuk mencari "kebijaksanaan kuno." Tidak mengherankan kalau benar mereka sampai ke Indonesia. Namun sejauh ini, bukti keberadaan Rosicrucian/AMORC belum dapat ditemukan, sampai saya menemukan Rosicrucian Digest ini.
 
Dalam Rosicrucian Digest Volume XVII, Mei 1939, no 4, terdapat sebuah artikel berjudul Ancient Brotherhoods Support AMORC in Freedom of Thought Campaign, yang memuat dua subjudul F. U. D. O. S. I. Reports Growth Of Affiliated Orders dan International Secretary Warns Against FALSE Rosicrucian Confederation. Pada artikel kedua, yang berisikan peringatan dari Ordo Pusat mengenai bahayanya Ordo2 Rosicrucian palsu, sebuah loji Rosicrucian / AMORC di Surabaya dijadikan ilustrasi untuk barometer keaslian sebuah ordo, maksudnya berafiliasi langsung pada AMORC-nya Spencer Lewis. 



Point penting di sini adalah bahwa ada parameter2 tertentu dalam sebuah loji Rosicrucian (juga mason), baik dari unsur2 penyusunnya, maupun peletakan unsur2 tersebut. Loji ini masih belum terkuak sampai saat ini dan masih belum ada info lanjutannya, ada kemungkinan berafiliasi dengan Loji De Vriendschap tempat Raffles diinisiasi, namun masih belum bisa dipastikan.

Jika dilihat sepintas sangat mirip dengan interior sebuah Loji Freemasonry, dan mungkin memang berhubungan. Entahlah, belum ada data lanjutan yang bisa dikonfirmasi. Namun hal ini setidaknya sudah membuktikan bahwa, Ordo-ordo Rosicrucian yang "official" sudah mengakui bahwa di Indonesia, di Surabaya, pernah berdiri sebuah Loji Rosicrucian yang mereka akui (recognise). Dengan demikian benar bahwa selain dari bukti pelarangan ordo ini oleh Presiden Sukarno, artikel ini juga menjadi bukti tambahan bahwa mereka pernah eksis di bumi pertiwi, meski memang masih gelap, masih perlu penelitian lebih lanjut.

Sumber: http://thesophiesticatedworld.blogspot.com/2013/11/salah-satu-loji-rosicrucian-indonesia.html

Sabtu, 05 Oktober 2013

Kisah 2 Malaikat Yang Diberi Nafsu Sebagaimana Manusia



Kisah ini pernah disebutkan dalam Al-Qur'an.

Alkisah dua orang malaikat yakni Harut dan Marut diutus Allah SWT turun kebumi untuk memerangi ilmu-ilmu sihir yang merajalela di Negeri Babilon.

Orang-orang beriman dan bertaqwa pada waktu itu mulai terdesak oleh para penganut ajaran setan ini. Dan situasi kerajaan Babilon pun menjadi resah, karena ahli-ahli sihir setan ini mulai melebarkan pengaruhnya ke istana.
Sementara itu di langit terjadi insiden, beberapa malaikat sedang membicarakan mengenai kejahatan dan kerusakan manusia.
Para Malaikat berkata "Anak-anak Adam itu, Engkau jadikan mereka makhluk pilihanMu di bumi tetapi mereka mendurhakaiMu".
Allah SWT berfirman "Sungguh jika Aku turunkan kamu ke sana dan Aku bentuk kamu seperti pembentukan mereka, niscaya kamu akan melakukan sebagaimana yang mereka lakukan juga"
Para Malaikat menjawab "Maha Suci Engkau wahai Tuhan, takkan mungkin kami mendurhakaiMu!"
Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak engkau ketahui"
Malaikat berkata, "Kami lebih patuh kepada Engkau dibanding anak keturunan Adam"
Kepada malaikat, Allah berfirman: "Panggillah ke mari dua malaikat. Aku akan turunkan mereka ke bumi hingga kamu dapat melihat apa yang dilakukan kedua malaikat itu!"
Allah berfirman kepada malaikat, "Pilihlah dua yang termulia antara kamu!"
Malaikat menjawab, "Tuhanku, biarlah Harut dan Marut yang melakukannya"
Harut dan Marut pun diturunkan ke bumi dan dengan diberi sifat-sifat yang sama seperti yang melekat pada manusia (Nafsu syahwat, Akal, dll).
Demikianlah Allah menunjukkan kebijaksanaannya. Allah mengutus 2 dari para malaikat yang sedang berdiskusi tadi ke bumi dengan dibekali hawa nafsu yang juga dimiliki manusia lainnya. Mereka turun ke bumi dengan membawa tugas, yaitu mengajarkan manusia pengetahuan ilmu sihir, yang tujuannya adalah untuk melawan ilmu-ilmu sihir setan. Sekaligus mengajarkan manusia kebaikan.
Inilah ayat Alqur'an yang menceritakan tentang Harut dan Marut
Mereka (para setan) mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir" Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. QS. Al Baqarah:102
Dan dimulailah misi mereka mengajarkan orang-orang di kerajaan Babilon beberapa pengetahuan ilmu sihir dan cara melawan ilmu sihir setan.
Singkat cerita, setelah kedatangan Harut dan Marut maka terjadilah gerakan perlawanan rakyat terhadap para ahli sihir setan. Akhirnya para ahli sihir setan pun berhasil di kalahkan dan tersingkir dari Babilon. Penguasa kerajaan Babilon kemudian mengumumkan larangan keras bagi warganya untuk mempelajari ilmu-ilmu sihir setan lagi.
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib ra : kedua malaikat itu mengajarkan kepada manusia tentang peringatan terhadap sihir bukan mengajarkan untuk mengajak mereka melakukan sihir. (al Jami li Ahkamil Qurâ??an juz II hal 472)
Akhirnya, sebagai penghargaan terhadap Harut dan Marut yang telah dianggap oleh rakyat sebagai guru besar, penguasa kerajaan Babilon memberikan mereka kedudukan tinggi sebagai penasihat kerajaan dan harta yang berlimpah.
Namun ternyata kedudukan tinggi dan harta itu perlahan-lahan mulai membuat hawa nafsu Harut dan Marut menjadi tak terkendali. Mereka akhirnya mabuk dalam kenikmatan duniawi dan melupakan tugas-tugas mereka sebagai manusia. Dan berakhir dengan sebuah skandal.
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra:
Dengan kehendak Allah, lalu datang seorang wanita yang cantik bagai bunga (Zahrah). Zahrah pun mendatangi kedua malaikat itu untuk mengujinya. Kedua malaikat itu tertarik dengan kecantikan Zahrah hingga timbullah keinginan (hasrat) terhadapnya.
Zahrah berkata, "Maukah kamu mengucapkan kalimat mantera musyrik?"
Kedua malaikat itu menjawab, "Tidak, demi Allah, sedikit pun kami tidak mau mempersekutukan Allah untuk selama-lamanya!"
Zahrah meninggalkan mereka berdua. Beberapa saat kemudian, dia kembali lagi membawa anak kecil. Sambil mendekati kedua malaikat itu Zahrah berkata, "Bersediakah kamu membunuh anak kecil ini!"
Kedua malaikat itu menjawab, "Tentu saja tidak, demi Allah selamanya aku tidak akan membunuhnya!"
Zahrah meninggalkan mereka dan datang sambil membawa segelas arak. Setelah merayu mereka, akhirnya Zahrah berkata, "Aku tidak akan mengikuti kamu, sebelum kamu berdua minum arak ini!"
Akhirnya kedua malaikat itu meminumnya hingga mabuk dan kemudian mereka berzina dengan Zahrah sebelum akhirnya membunuh anak kecil itu, dan mengucapkan kalimat musyrik.
Singkat cerita, beberapa hari setelah terjadinya skandal ini, datanglah Malaikat Jibril dari langit memberitahu Harut dan Marut bahwa masa tugas mereka telah berakhir. Dan Mereka dipanggil kembali ke langit untuk melapor. Betapa kagetnya Harut dan Marut, karena saat itu juga ingatan mereka sebagai malaikat telah kembali.

Diriwayatkan oleh Makhul, dari Mu'adz,
Maka datanglah dari sisi Allah malaikat Jibril kepada mereka. Pada saat Jibril datang, Harut dan Marut menangis dan Jibril ikut menangis sambil berkata, "Sesungguhnya cobaan apakah yang membuat kalian sampai hanyut seperti ini?"
Dengan ketakutan yang dahsyat, Harut dan Marut kembali ke langit untuk melaporkan tugas mereka kepada Allah.
Maka disaksikan para malaikat yang lain, Harut dan Marut melaporkan tugas-tugasnya sebagai manusia, yang berakhir dengan skandal dosa. Saat itu juga seluruh malaikat bertasbih dan beristighfar kepada Allah. Karena mereka menyadari betapa tidak mudahnya menjadi manusia. Dan betapa masih ada manusia-manusia baik yang tidak layak di azab.
Akhirnya Allah menutup sidang itu dengan menawarkan pada Harut dan Marut pilihan: Ingin di azab di dunia, atau ingin di azab di akhirat. Harut dan Marut yang mengetahui betapa dahsyatnya azab akhirat tentu saja langsung memilih di azab di dunia.
Dan menurut berbagai kisah, Harut dan Marut hingga kini masih tergantung dengan keadaan kaki di atas dan kepala di bawah. Pernah ada seorang wanita tua dari wilayah sekitar Babilon yang melaporkan kepada Nabi Muhammad saw bahwa dia telah melihat dua orang malaikat ini di sebuah sumur tua di gurun wilayah Babilon.
Diriwayatkan oleh Abi Hatim dari Assham Bin Rawwad, dari Adam, dari Abi Ja'far, dari Qais Ubaid, dari Ibnu Abbas r.a.

Kesimpulan dan hikmah yang di dapat :
Walaupun itu malaikat, ketika di beri hawa nafsu maka malaikat pun akan melakukan dosa. Jadi, benar bahwa manusia adalah tempatnya lupa dan dosa, karena ada hawa nafsu di dalam diri manusia. Mari kita bertobat, ber istighfar kepada Allah SWT. Nabi Muhammad SAW saja yang sudah dijamin masuk surga beristighfar 70-100 kali tiap hari. Ingat, saling mengingatkan dalam kebaikan kepada sesama muslim, dan jangan menghina agama lain. Semoga bermanfaat dalam menambah iman dan ibadah kita kepada Allah SWT, aamiin.