Dirham Fauzan Ibrahim

Kamis, 09 Mei 2013

Tentang Yakjuj Makjuj (2) Periode Sejarah Bangsa Barbar Scythia

Periode Sejarah Bangsa Barbar Scythia
Sejarah bangsa Scyth/Scythian periode 750-225 SM adalah sebagai berikut:
  • 750 SM: Orang-orang Scyth/Scythia/Scythian (Saka), suatu kelompok penggembala nomad Indo-Eropa, tinggal diantara Don dan Carpathia.
  • 674 SM: Partatua, Raja Scythian menikah dengan seorang ratu bangsa Assyria.
  • 653 SM: Scythian menyerang kerajaan Media.
  • 626 SM: Medes mengalahkan Scythian.
  • 620 SM: Bangsa Scythian menerobos celah Darial di pegunungan Kaukasus menuju Ninoi (Niniveh) dengan menghancurkan Azerbaijan, Mazandran, Jailan, dan Kurdistan.
  • 612 SM: Scythia bekeeja sama dengan Mede/Media dan Babylonia menyerang dan menaklukkan Niniveh, ibukota Assyria.
  • 530 SM: Raja Cyrus dibunuh oleh Ratu Tomyris, seorang ratu dari bangsa Massagetae, yang merupakan anak dari seorang suku Scythia yang hidup di Laut Kaspia.
  • 514 SM: Darius, Raja Persia menyerang Scythia.
  • 424 SM: Herodotus (Bapak Sejarah) menulis kisah bangsa Scythia dalam bukunya yang berjudul The Histories.
  • 360 SM: Raja Atheas menyatukan semua suku Scythia dan memperluas teritorialnya sampai perbatasan Makedonia.
  • 339 SM: Atheas dari Scythia terbunuh dalam perang melawan Raja Philip dari Makedonia.
  • 331 SM: Scythia bergabung dengan Raja Darius untuk memerangi Alexander The Great di Gaugamela. Kemenangan berpihak pada Alexander The Great dari Makedonia putra Philip.
  • 225 SM: Bangsa Celt di barat dan suku Sarmatian di timur menghancurkan kerajaan Scythian.

Raja-raja Scythia
Dalam bukunya The Scythian karya Tamara Talbot Rice, dia membuat daftar raja-raja yang pernah memimpoin gerombolan bangsa Scythia. Seperti dibawah ini:
  1. Targiatus, dianggap sebagai pemimpin dinasti Phalatae.
  2. Colaxis, yang kemungkinan adalah pendiri dinasti kerajaan Scyth.
  3. Spargapeithes.
  4. Lycus, anak Spargapeithes.
  5. Gnurus, putra dari Lycus.
  6. Partatua (Prothotes) dan anaknya Madyes, berkuasa di Urartu sekitar tahun 630 SM.
  7. Saulius, saudara laki-laki Anacharsis, memerintah pada tahun 589 SM.
  8. Idhantyrsus, bersama dengan Taxacis dan Scopacis melawan Darius pada tahun 516 SM.
  9. Ariapeithes, putra dari Idantyrsus menikah dengan seorang perempuan Yunani dari Istrus seperti orang Scythia dan saudara perempuan dari Thracian, kepala suku Teres.
  10. Scyles, putra dari Ariapeithes.
  11. Octomasades, menggantikan Scyles tepat sebelum Herodotus.
  12. Arianthus, dia mengadakan sensus atas warganya.
  13. Aristagoras memimpin pada tahun 495 SM.
  14. Aertes terbunu dalam pertempuran melawan Raja Philip dari Makedonia pada tahun 334 SM dalam usia 90 tahun.
  15. Agarus melindungi putra termuda Bosphoran, pemimpin Spartocus. Kemudian ia digantikan oleh Pairisades I, orang yang menolak membayar upeti yang berkaitan dengan Scythia. Sebagai akibatnya, dia dibunuh oleh Agarus dalam pertempuran pada tahun 310 SM.
  16. Polakus putra Scylurus.

Banyak raja Scythia yang digelari "Idan Thyrsus", berasal dari kata "Thurs" atau "Thors" yang berarti manusia yang kuat atau "hero" atau perkasa. Dalam bahasa Teuton, kata tersebut berarti a strong robber, seorang perampok yang kuat. Nama Thor sebagai dewa kekuaktan sudah dikenal luas. Jika dikaji dari bahasa Sansekerta, akar kata ini adalah "Thra : jadilah kuat atau perkasa" yang secara radikal adalah "Thrag".

Dengan menganalisis kata Thrag tersebut, dapat diketahui bahwa kata tersebut dapat dihubungkan dengan kata Turk . Dalam bahasa Arab, kata Turk (Taroka) berarti tertinggal, merujuk pada suatu bangsa yan tetinggal di balik gunung. Dalam sumber-sumber Islam, bangsa Turk atau Turki adalah bangsa yang hidup dibalik pegunungan utara, di balik Pegunungan Kaukasus, Pegunungan Hindukush.

Pada fase awal pembebasan Islam zaman khalifah Utsman Bin Affan, sebagian bangsa Turki ini sudah tinggal di Armenia, Azerbaijan, yang berarti mereka telah keluar dari balik pegunungan Kaukasus. Ketika melakukan ekspedisi dalam rangka memerangi Kerajaan Persia, pasukan Islam sempat bertemu dengan orang Turki ini. Pasukan Islam diperintahkan untuk tidak mengganggu orang Turki. Hal itu merupakan tanda ketaatan mereka pada hadis Rasulullah Muhammad S.A.W yang menyebut, "Biarkanlah bangsa Turki selama mereka membiarkanmu".

Dalam beberapa tafsir Al Qur'an, bangsa Turki yang masih tinggal di balik Pegunungan Utara dianggap sebagai bangsa Yakjuj Makjuj. As-Sa'di menyebutkan Yakjuj Makjuj adalah bangsa besar yang berasal dari keturunan Yafits bin Nuh, termasuk wilayah Turki dan yang lainnya.
Pada zaman penyebaran Islam yan dimaksud wilayah Turki adalah kawasan di balik Pegunungan Kaukaf (Kaukasus) yaitu di utara pengunungan Kaukasus, di Padang Rumput Eurasia. Bangsa Turki yang masih tinggal di balik gunung ini disebut sebagai nenek moyang Yakjuj dan Makjuj, sebagaimana yang disebutkan dalam Tafsir Al-Maraghi.

Saudara sebangsa Scythia
Bangsa Yakjuj Makjuj Scythia tak sendirian menghuni padang rumput Eurasia. Jika dikaitkan dengan analisis mendalam tentang sejarah bangsa-bangsa di Padang Rumput Eurasia, dapat diketahui bahwa suku-suku Yakjuj Makjuj Scythia berasa dari ras Indo-Eropa. Beberapa suku Yakjuj Makjuj yang berada di Padang Rumput Eurasia adalah suku Arya, Xiongnu, Hun, Mongol, dan Tartar. Semua suku ini disebut oleh orang Arab sebagai bangsa Turk yaitu bangsa yang tingaldi balik pengunungan utara. Suku-suku ini berasal dari nenek moyang yang sama, yaitu Yafits bin Nuh. Mereka adalah bangsa nomad berkuda yang kerap menerobos celah-celah sempit yang hanya diketahui oleh mereka sendiri.
Mereka diberi julukan berbeda oleh para mangsanya, sesuai zaman dan tempat yang mereka jajah.

Anehnya, beberapa penelitian terakhir menunjukkan identitas suku Scythia berasal dari keturunan Israel. Pada saat ini, secara tradisional diketahui bahwa ada banya kelompok etnik Eurasia yang merupakan keturunan bangsa Saka-Scythia. Berdasarkan penelitian DNA, indikasi tersebut juga ada, berdasarkan Teori Haplogroup oleh Hanok ben Galutyah (2007). Sebagian besar orang Eurasia yang ada saat ini adalah keturunan Israel Semit, bukan keturunan Japhet, seperti yang diungkapkan para sejarawan Kristen.

Keterangan Hanok ben Galutyah tersebut dapat mematahkan pernyataan para Evangelis dan Zionis bahwa gog Magog yang akan muncul pad akhir zaman adalah kelompok bangsa-bangsa Muslim.
Sebelum dijajah rusia, orang Scythia di Siberia dipercaya menyembah matahari atau dikenal sebagai Tengrianism, menurut bahasa Turki dari Asia Tengah. Mereka beragama Shaman, ketika Rusia menjajah penduduk Scythia mulai berganti agama menjadi Kristen Ortodok.

Republik Sacha : Negara Scythia modern ?



Didalam internet, ada website tentang sebuah negara yang bernama Republik Sacha. http://de.wikipedia.org/wiki/Republik_Sacha
Negara ini terletak di Siberia, Rusia utara dengan bendera bersimbol kuda dengan seorang penunggang yang membawa bendera. Simbol-simbol seperti itu adalah simbol yang biasa digunakan oleh suku-suku Scythia, yamg merupakan suku pertama di bumi yang berhasil menjinakkan kuda. Model bendera tersebut mirip dengan simbol-simbol yang ada di Mongolia.



Bukti Arkeologis bangsa Yakjuj Makjuj Scythia mendiami wilayah Eurasia
Pada tahun 1995, beberapa ahli arkeologi Rusia menemukan mumi seorang laki-laki penunggang kuda bangsa Scythia. Mumi yang berusia 2.500 tahun ini ditemukan dalam keadaan terkubur dalam potongan es setebal tujuh kaki di Siberia, berdekatan dengan perbatasan Mongolia dan Cina. Mumi tersebut terletak di dataran tinggi Ukok dengan ketinggian lebih dari 6.500 kaki di atas permukaan laut. Dataran Ukok adalah daratan batu tebal dan tertutup es sepanjang tahun. Kondisi itulah yang menjadikan jasad penunggang kuda Scythia itu awet. Mumi Scythia ini dikuburkan dengan upacara tertentu. Ia memakai mantel bulu binatang dengan sepatu boot tinggi kulit disertai dengan kuda di sampingnya. Dan juga peralatan seperti kapak, anak panah, dan belati.

Fakta bahwa budaya Scythia ini meluas hingga lebih dari 2000 mil ke timur Ukraina, dan dibuktikan dengan penemuan makam di Lembah Chilikta di timur Kazahktan yang diberitakan Rusia pada 1965 : "...ini membuktikan budaya benda-benda buatan Scythia tersebar hingga ke perbatasan Mongolia sejak abad ke-6 SM"

Kuburan orang Scythia pada abad ke-6 hingga ke-2 SM banyak tersebar di kawasan utara dan timur Laut Hitam. Dalam banyak kasus, Herodotus membuat garis batas pada zamannya sebagai "Scythia". Para penelitia dari Sovyet berusaha keras mengungkap bukti arkeologis dari pekuburan bangsa Scythian yang ditemukan di area yang luas di utara. Ada lebih dari 1200 kuburan di kawasan Crimea yang diteliti oleh A.Lskov, antara tahun 1961 hingga 1972.

Ratusan kuburan orang Scythia dari abad ke-4 dan ke-3 M ditemukan sejak tahun 1930-an oleh B. Grakow, A.Trenoschkin, dan E.Tsrechenenko di Ukraina. Salah satu pengaruh penemuan Sovyet (sekarang Rusia) ini adalah penemuan-penemuan menjadi bukti otentik kebenaran tulisan Herodotus tentang bangsa Scythia. Karena itu, para ahli pelopor tentang Scythia yaitu, Tamara Talbot Rice, T.Sulimirski dan lainnya menyatakan tulisan tentang Scythian yang ditulis oleh Herodotus dapat dipertahankan kebenarannya.

Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa bangsa Scythia adalah bangsa Gog Magog (Yakjuj dan Makjuj) yang mendiami kawasan utara Asia (Padang rumput Eurasia) secara mengembara. Hali ini dapat dibuktikan dengan penemuan-penemuan arkeologi pekuburan dan mumi orang Scythia. Keturunan mereka tersebar dari Eropa Timur (Ukraina, Rumania, Rusia) hingga ke Mongolia.


Penduduk asli Republik Sacha
Bersambung.

Baca juga:


http://siliverquesta.blogspot.com/2013/05/tentang-yajuj-majuj-1-siapakah-yakjuj.html


http://siliverquesta.blogspot.com/2013/05/tentang-yakjuj-makjuj-7-garis-keturunan.html


Rabu, 08 Mei 2013

Tentang Yajuj Majuj (1) Siapakah Yakjuj Makjuj Scythia ?



  • "Mereka berkata, "wahai Zulkarnain, sungguh Yakjuj dan Makjuj (makhluk yang membuat kerusakan di bumi), bolehkah kami membayarmu imbalan agar engkau membuatkan dinding penghalang antara kami dan mereka?" (Q.S. Al-Kahfi 94)

    Salah satu tanda besar datangnya kiamat yaitu munculnya Dajjal dan Yakjuj Makjuj. Jika tentang Dajjal telah banyak literatur yang membahasnya, baik ciri fisik maupun polahnya. Berbeda dengan Yakjuj Makjuj, sangat jarang literatur yg membahasnya. Siapakah sebenarnya Yakjuj Makjuj itu, yang kisahnya terdapat dalam Al Qur'an ? Berikut sekelumit tulisan tentangnya.

    Dalam tradisi Yahudi, Yakjuj Makjuj disebut dengan Gog Magog. Sejak kapan, pada zaman apa, dan pada zaman nabi siapa merupakan sebuah rangkaian pertanyaan yang menarik dikaji lebih lanjut.
    Didalam sumber Perjanjian Lama, tercatat 14 kali penyebutan Gog yang tersebar dalam 11 ayat (dalam dua kitab, yaitu Taw 1 dan Ezekiel). Dalam Perjanjian Baru, terdapat 1 kali penyebutan gog, yaitu pada kitan Wahyu 20:8 .

    Kitab Ezekiel 38:2 "Wahai anak manusia, tunjukkanlah mukamu kepada Gog di tanah Magog, yaitu Raja Agung Negeri Mesekh dan Tubal serta benubuatlah melawan dia."
    Ezekiel menyebutkan Gog Magog adalah Raja Agung Negeri Mesekh dan Tubal (Yeh.38:2-3 dan 39:1). Menurut Leksikon Ibrani no.1463 (didalam Sabda Web), Gog tertulis GWG atau Gowg (baca: gohg), diartikan dengan tiga pengertian, yaitu:
    • Gog sebagai mountain (pengunungan)
    • Gog sebagai seorang keturunan Reuben anak Shemaiah
    • Gog sebagai raja masa depan dari Rosh, Mesech.
    Jika didasarkan pada informasi tersebut (Gog sebagai mountain), bisa jadi nama Pegunungan Caucasus berasal dari kata Goug-Gauga-Couca-Cauca, yaitu pegunungan tempat kediaman orang keturunan Gog. Bisa juga diartikan bahwa Gog adalah orang gunung (seperti orang Badui) yang tidak mengenall budaya kota sehingga perilaku mereka lebih kasar, kurang sopan santun. Mereka mendiami kaki Pegunungan Gougz/Caucasus.

    Menurut leksikon Ibrani (SabdaWeb) Magog disebut dengan mgwg atau magowg yang berarti Land of Gog (Tanah Magog). Ada dua penjelasan tentang Magog:
    • Magog termasuk anak kedua dari Yafith bin Nuh (Magog adalah cucu nabi Nuh), dan keturunan dari beberapa suku-suku sebelah utara Israel.
    • Daerah pegunungan antara Cappadocia-Media dan tempat kediaman keturunan Magog, putra Japheth/Yafith dan cucu lak-laki Nuh.
    Dalam leksikon Yunani bernomor 3089, Magog tertulis Magwg (baca: Mag-ogue), yang diartikan sebagi covering atau menutupi. Diartikan sebagai tanah di sebelah utara Israel yang dari sanalah Raja Gog akan datang menyerang Israel.
    Lambert Dolphin, dalam The Table of Nation, menyebutkan Mesekh adalah Moskow, dan Tubal adalah Tobolsk. Jika dilihat pada peta modern, diua wilayah tersebut berada di kawasan utara, yaitu Stepa/padang rumput Eurasia.

    Garis Keturunan Yakjuj Makjuj
    Berdasarkan kitab Kejadian I Genesis 10: 1-2 secara geneologi (garis keturunan), disebutkan bahwa Magog adalah salah satu anak dari Yafet/Japheth bin Nuh. Informasi tersebut sama dengan sumber-sumber Islam. Tafsir As- Sa'di menyebutkan, bahwa Yakjuj Makjuj atau Gog Magog adalah satu bangsa besar yang berasal dari keturunan Yafits bin Nuh. Yafits kadang disebut Yafith, Yafet, atau Japheth, dianggapa sama, yaitu tokoh yang termasuk dalam keturunan Nuh.

    Kitab Kejadian 10 menyebutkan:
    1. Inilah keturunan anak-anak Nuh, yaitu Sem, Yafet, dan Ham. Sesudah banjir, ketiganya mendapat anak lelaki.
    2. Anak-anak Yafet ialah Gomer, MAGOG, Madai, Yawan, Tubal, Mesekh, dan Tiras.
    Dalam perkembangannya kemudian, anak-anak Yafet menurunkan berbagai macam bangsa.
    • Javan: Greeks (Yunani/Ionians)
    • MAGOG: Scythians (Scythia), Slavs, Irish, Hungaria
    • Madai: Mitanni, Mannai, Medes, Parsi, Indo-Arya, Kurdi
    • Tubal: Tabali, Georgia, Italia, Illyria, Iberia, Basque
    • Tiras: Thracia, Goth, Jute, Teuton
    • Meshech: Phyrgia, Caucasus Iberia, Algonquia
    • Gomer: Scythia, Turki, Armenia, Welsh, Pict, Irish, Jerman.
    Didalam kitab An-Nihaayah fil Fitan wal Malaahim, Ibnu Katsir menyebutkan Yakjuj dan Makjuj (Gog Magog) adalah cucu Nuh dari keturunan Yafits Abi At-Turk.

    Kemudian, Lambert Dolphin dalam The Table of Nation menyebutkan bahwa Magog mempunyai dua anak yaitu Scythia dan Georgia. Sedangkan History of The Briton karya Nennius menyebutkan anak Magog adalah Scythi dan Gothi.

    Sementara Isaac Newton (1728) dalam bukunya The Chronology of Ancient Kingdoms Amended menyerbutkan bahwa Scythia adalah keturunan Japhet. Berikut terjemahannya;
    "Semua langkah kaki ini adalah penghuni pertama Eropa, dan kepulauannya, melalui laut; sebelum zaman ini tampak dihuni sejumlah kecil manusia dari pantai utara Laut Euxine (Laut Hitam) oleh orang Scythia keturunan Japhet, yang mengembara tanpa rumah, dan melindungi diri mereka sendiri dari hujan dan binatang buas yang liar dalam semak belukar dan gua-gua di bumi."

    Bangsa Scythia adalah Yakjuj dan Makjuj
    Tentang bangsa Scythia ini, inskripsi Yahudi-Kristen (New Terstament), Kolose 3:11 menyebutnya Skuyhv atau Skit.
    "Dalam hal ini, tidak ada lagi perbedaan antara orang bukan Israel dan orang Israel, antara orang berkhitan dan yangtidak berkhitan, antara orang barbar dan orang Skit, antara hamba dan orang merdeka. Namun sebaliknya, Al-Masih adalah segala-galanya dan di dalam semuanya."

    Didalam Perjanjian Baru kitab Wahyu 20:8 disebutkan tentang Gog Magog, tetapi kata Gog Magog itu hanya digunakan untuk menggambarkan kekuatan Iblis, yang dipercaya akan keluar pada akhir zaman.
    "Dan ia akan keluar untuk menyesatakan bangsa-bangsa yang tersebar dikeempat penjuru bumi, seperti Gog Magog. Mereka akan dikumpulkan oleh Iblis untuk berperang. Jumlah mereka seperti pasir ditepi laut." (Wahyu 20:8)

    Sumber-sumber Islam juga menyebutkan bangsa Scythia adalah Yakjuj dan Makjuj. Seperti yan disebutkan dalam kutipan tafsir Al-Maraghi:
    "Para ahli sejarah Arab dan Perancis mengatakan, dalam berbagai zaman, bangsa-bangsa ini (yakjuj dan Makjuj) sering menyerang bangsa-bangsa tetangga. Mereka sering merusak bumi dan menghancurkan berbagai bangsa. Diantara mereka ada bangsa-bangsa buas turun dari bukit dari Asia Tengah, dan pergi ke Eropa pada masa dahulu, seperti bangsa Skith (Scythia), Sumeria, dan Hun. Mereka menyerang negeri-negeri Cina dan Asia Barat yang merupakan tempat menetap para nabi."

    Lokasi Yakjuj Makjuj Scythia
    Dalam tradisi Yunani, seladang adalah lambang Taurus. Berdasarkan hal itu, dapat diketahui bahwa Pegunungan Seladang didalam inskripsi Gulungan Laut Mati (kolom 17, baris 7-19) adalah Pegunungan Taurus. Pegunungan ini sudah dikenal dalam kalangan orang Yunani sejak beberapa abad sebelum Masehi. Hal itu dapat dibuktikan dengan peta yang dibuat oleh orang Yunani bernama Erathosthenes pada tahun 149 SM. Pada peta itu tergambar lokasi pegunungan Taurus berbentang dari barat ke timur, yaitu dari Asia Kecil/Yunani (Turki sekarang) melintasi Asia hingga ke Lautan Pasifik di pantai timur Cina/Korea. Pada masa sekarang Pegunungan Taurus itu adalah rangkaian pengunungan Ararat di Turki-pegunungan Zagros di Iran-pegunungan Hindukush di Afghnaistan dan Pakistan- pegunungan Himalaya di India dan Nepal-pegunungan Tien Shan di Cina.

    Dengan kedudukan istilah Pegunungan Seladang atau Pegunungan Taurus dalam inskripsi Gulungan Laut Mati, dapat diperkirakan inskripsi tersebut dibuat oleh orang Yahudi pada zaman kegemilangan bangsa Romawi-Yunani, yaitu antara tahun 200 SM-100 M. Potongan naskah Gulungan Laut Mati yang berjudul Ratapan Untuk Zion menunjukkan bagian tersebut ditulis setelah kenhancuran Jerussalem pada tahun 70 M. Sisa pelarian-pelarian Yahudi yang masih selamat bersembunyi di Gua Qumran, lalu membentuk komunitas di tempat tersebut. Kemungkinan di sanalah puisi ratapan terhadap Jerussalem dibuat.

    Pegunungan Taurus adalah nama lain Pegunungan Kaukasus. Victor Kachur (Ukraina, 1972) didalam tulisannya yang berjudul The Trans-Caucasian Migration of the Rusi Tribes, menyebutkan bahwa pegunungan Taurus adalah Kaukasus.
    "Masudi (sejarawan dan pengembara Arab pad tahun 950 M) memberi nama Al-Kaikh sebagai nama untuk pegunungan Kaukasus. Nama Kaukasus dalam bahasa Persia adalah Gaw Koh, Seladang Gunung. Nama Yunani nya yaitu Taurus, diperoleh dari terjemahan ini. Menurut Jordanes orang Scythian menamakan Caucasus dan Rhipaeus dan pada akhirnya disebut Taurus (Par.7). Jordannes menggambarkan seluruh sistem rangkaian pegunungan antara India dan Eropa-dan dengan begitu, dia memberikan keluasan geografi dari pengaruh Slavo-Scythian."



    Sedangkan Craig White (2003) menyebutkan lokasi kediaman Gog Magog sebagai berikut:
    "Di manakah lokasi Magog hari ini? Mereka bermigrasi melalui Rusia Selatan hingga ke tanah asal mereka sekarang, meninggalkan nama tempat seperti kota Mogliev, Mogiolistan, Pengunungan Mugojar, dan Pegunungan Mogol-Tau. Diantara penduduk Mongolia, Inner Mongolia (Mongolia bagian dalam), pusat, serta banyak dari ujung utara dan selatan China...dan serta beberapa penduduk Jepang adalah juga keturunan dari Magog. Dewasa ini, ada ratusan juta masyarakat China. Tidak mengherankan jika nama dari keturunan Japhet berarti -perluasan-, menyiratkan suatu kebesaran atau keluasan ras. Masyarakat yang lain adalah keturunan dari Magog (juga)"

    Menurut peta yang dibuat oleh Martin Luther, bangsa Magog terletak di sebelah utara Pegunungan Kaukasus. Scythia terletak di dekat Laut Aral. Marthin membedakan Magog dan Scythia. Sementara itu, menurut Henry M. Morris, Magog dan Scythia sama-sama terletak di sebelah utara Pegunungan Kaukasus.

    Dari sumber Islam, ada hadis dari Ibnu Abbas:
    "Bumi itu terbagi menjadi enam. Lima bagian dihuni oleh Yakjuj dan Makjuj, sedangkan yang satu dihuni oleh makhluk yang lain. Kitab suci Al Qur'an menyebutkan lokasi Yakjuj dan Kajuj berada di belakang suatu pegunungan (dua gunung yang terpisah) yang di antara celah kedua gunung itu dibangun dinding penghalang oleh Zulkarnain. Al Qur'an surah Al-Anbiyaa ayat 96 menyebut Yakjuj dan Kajuj akan turun dengan cepat dari sebuah tempat yang tinggi, -Hingga apabila (tembok) Yakjuj dan Makjuj dibukakan dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi-"

    Gambaran dan Perjalanan Bangsa Scythia
    Maulana Yusuf Ali (1983), dalam tafsirnya terhadap Al Qur'an, menyatakan Yakjuj dan Makjuj adalah bangsa Asia Tengah, yang masih termasuk wilayah Eurasia. Mereka membuat jalan dan menetap, kemudian membentuk kerajaan. Suku-suku ini pindah ke arah barat dan mereka dikenal oleh bangsa Yunani dan Romawi sebagai Sythian ( nenek moyang orang Rusiaatau ras Slavia), yang dikenal juga sebagai Sakasun (Saxon). Keduanya adalah nenek moyang orang Eropa. Suku bangsa Asia Tengah yang pindah ke arah timur dikenal sebagai bangsa Cina dan Mongol (Ahmad As Shouwy dkk, Mukjizat Al-Qur'an dan As-Sunnah tentang IPTEK, 1995).

    Bangsa Scythian juga dikenal dengan sebutan Saka (Piero Scaruffi, A Timeline of the Barbars, 1999)

    Abul Kalam Azad menyebut bangsa tersebut sebagai "Sitahin". Pada periode 700 SM, suku Sitahin ini muncul di panggung sejarah, menyerang daerah-daerah di Asia Bara. Salah satu serangan ini terjadi pada tahun 620 SM. Mereka melewati celah Darial di pegunungan Kaukasus dan sebagai bukti bahwa pasukan yang kejam itu sampai Ninoi (Kemungkinan, Niniveh), seperti biasa mereka memusnahkan Azerbaijan, Mazandran, Jailan, dan Kurdhistan (Muhammad Khair Ramadan Yusuf, Sejarah Otentik Zulqarnain: Panglima Penakluk dan Raja Shalih, 2003).

    Akan tetapi penyataan tentang jalur sempit "Darial" sebagai jalan/celah keluarnya Yakjuj Makjuj Scythia tidak sesuai dengan sumber inskripsi Yunani. Didalam buku The Histories, Herodotus (Bapak Sejarah) menyebutkan bahwa gerombolan Scythia keluar menuju Media dengan melewati Caspian Gates di Derbent, bukan Darial.

    Dalam bukunya yang berjudul Yas'alunaka Min Zulqarnain, Azad menyebutkan barisan terdepan gerombolan Barbar suku Sitahin atau Scythia ini sampai di Ninoi sekitar tahun 700 SM. Kemunginan, tempat yang dimaksud itu adalah kota Niniveh, ibu kota kerajaan Assyria. Artinya gerombolan Yakjuj dan Makjuj pernah keluar dan menjajah kota Niniveh.

    Flavius Josephus yang hidup pada akhir abad pertama Masehi juga menyebutkan bahwa Magog (Makjuj) disebut sebagai Scytian (orang Scyth) oleh orang Yunani (Flavius Josephus, Jewish Antiquites)

    Jadi nama "Scythia" yang dilekatkan pada bangsa di Padang Rumput Eurasia ini adalah suku nomad yang tinggal di daerah teritorial kuno yang membentang dari Asia Tengah hingga ke bagian paling selatan Rusia kuno. Herodotus menulis bahwa bangsa Persia menyebut mereka dengan sebutan Sacae atau Saca. Orang Assyria menyebutnya sebagai "Ashkuz", "Khumri", dan "Gimirri", merujuk pada nama "Chimmeria". Artinya bangsa Chimmeria masih berada dalam satu ras dengan bangsa Scythia.

    Ensiklopedia Britannica menyebutkan, "Scythia adalah penduduk pada abad ke-8 hingga 7 SM bergerak dari Asia Tengah ke selatan Rusia. Ahli sejarah Scythia Tamara Talbot,menjelaskan bahwa sebelum abad ke-8 SM, orang Scythia masih menjadi bangsa yang belum dikenal. Hingga abad ke-7 SM, mereka menjadi bangsa terkuat di selatan Rusia. Mereka berpusat di Altai (suatu tempat di perbatasan timur Rusia dengan perbatasan barat Mongolia dan Cina)

    Sejarah mencatat bahwa peperangan antara bangsa Romawi-Yunani melawan bangsa Padang Rumput Eurasia, yaitu bangsa Scythia, telah sejak lama dan sering tejadi.

    Scythia, Suku Penunggang Kuda Pertama
    Bangsa Scythia adalah suku nomad atau pengembara yang andal menunggang kuda. Mereka mendominasi kawasan Asia Tengah atau Padang Rumput Eurasia dalam waktu yang cukup lama, yaitu pada zaman Classical Antiquity. Sebagaian besar keturunan mereka mahir memanah sambil menunggang kuda. Sehingga mereka dikenal sebagai bangsa pemanah berkuda. Dalam sejarah mereka menyebut dirinya dengan sebutan "Skudat, yang diperkirakan mempunyai arti yang sama dengan "Archers=Pemanah".
    Scythia atau Scythae berasal dari kata Sceot (to shoot=melempar). Sceotta berarti "seorang pemanah", tetapi mereka menyebut diri mereka dengan Scolotai, atau Sculas (Sceola) yang berarti seorang penembak atau pelempar atau pemanah (Alexander Murray, D.D., History of the European Languange, Edinburg, 1823)

    Namun ada pula yang menganggap sebutan Scythia berasal dari kata "Saca" yang dibaca "Sos" yang dalam bahasa Ibrani berarti "Kuda", jika berdasarkan karakter mereka yang dianggap sebagai bangsa pertama penjinak kuda.
    Dalam bahasa Ibrani, "Kuda atau Kereta berkuda" adalah "Soos" atau "Soos soos", tertulis "COWC" atau "CUC". Dari kata tersebut muncul istilah "Saca", yang kemudian menjadi Scythia. Suatu bangsa nomad berkuda yang menerobos pegunungan Kaukasus dan menyerbu peradabanDaerah Subur di Timur Tengah. Jadi dapat diduga bahwa nama pegunungan itu berkaitan degnan bangsa Saca ini. "Caucasus" berasal dari kata "Cauc" dan "Sus". Dua kata ini mempunyai arti yang sama yaitu "Kuda". Kata "Cauc" berasal dari bahasa Ibrani atau Aramia yaitu "Cawc atau Cowc atau Cue", yang berarti "Kuda". Begitu juga dengan kata "Sus", berasa dari kata Ibrani dan Aramia "Soos", yang artinya "Kuda" juga. Jadi, "Cauca-sus" berasal dari kata "Cowc-Soos", yang berarti pegunungan tempat keluarnya bangsa berkuda.

    Pada kali pertama munculnya bangsa Scythia, jauh sebelum tahun 1500 SM, sebagian besar peradaban di Timur Tengah belum mengetahui sama sekali tentang kuda sebagai alat angkut. Bangsa Mesir, Israel, dan Mesopotamia juga masih belum mampu menjinakkan kuda. Hanya bangsa Scythia di Padang Rumput Eurasia yang saja yang mampu menjinakkan kuda. Ketika pasukan berkuda dari suku nomad Scythia memasuki dan menjajah Timur Tengah untuk pertama kalinya, penduduk Timur Tengah menyebut mereka sebagai -Bangsa Berkuda-.

    Dalam bahasa Ossetia, kata "Scyth" disebut juga dengan kata "Sarmat" atau "Savromat" yang berarti "Pasukan Hitam" atau "Pasukan Gelap" (Abaev V.I., Ossetian Languange and Folfore, 1949) Dalam bahasa Turki, kata "Sarma" berarti "kantong bekal dari kulit binatang"
    Arti tersebut berkaitan dengan udaya bangsa Scythia, yaitu manusia penunggang kuda yang membawa bekal sebagai ciri khas pengembara atau tentara. Mereka adalah Yakjuj dan Makjuj, sebuah Pasukan Hitam atau Pasukan Gelap yang sering melintasi kawasan Ossetia untuk menerobos bagian tengah Pegunungan Kaukasus, menuju Asia Kecil dan Daerah Bulan Sabit Subur pada abad ke-8 SM oleh Scythia, hingga abad ke-4 M oleh Attila, Suku Hun.

    (bersambung)

    Baca juga: