Bangsa Sycthia Adalah Keturunan Suku Israel Yang Dibuang Raja Sargon II, Raja Asyria
Suku-suku Israel dari Kerajaan Israel Utara yang dibuang oleh bangsa
Asyria pada tahun 721 SM telah menjadi suku nomad. Jair Davidy dalam
bukunya yang berjudul
Origin menyebutkan bahwa para ahli
sejarah modern mencoba membedakan dua bagian bangsa Sycthia. Pertama
yaitu sebutan Scythia untuk bangsa yang berada di barat Laut Kaspia dan
utara Kaukasus. Kedua, sebutan Sakae untuk bangsa Scythia yang berada di
timur Laut Kaspia. Bangsa Scythia-Sakae yang dikenal sebagai bangsa
“Sexe” dan sebagai “Saxon”, atau “Anglo Saxon” adalah bangsa yang muncul
dari bangsa Scythia-Sakae. Kota Saksin yang berada di barat Laut
Kaspia, disebut Saxon City. Saksin adalah salah satu ibukota Khazar yang
merupakan orang Scythia yang secara tradisional disebut sebagai
keturunan suku-suku Israel dari garis Mannaseh dan Simeon.
Vahan M. Kurkijan (1958) dalam bukunya yang berjudul
A History of Armenia,
menyebut tentang adanya bekas-bekas kota Scythia di wilayah Uti
Armenia. Kota itu bernama Shacasen. Kemungkinan dari kata itulah istilah
Saxon muncul. Mereka memberi nama suku mereka dengan nama ini. Setelah
kekalahan Scythia di Asia Barat, mereka melarikan diri ke padang rumput
Eurasia. Kemudian mereka menuju ke barat yaitu Eropa dengan membawa nama
Shacasen atau Saxon. Mereka tinggal di Jerman memasuki kepulauan
Inggris hingga beranak pinak di sana.
Pada abad pertama Masehi, Josephus menegaskan bahwa penduduk
Parthia-Sacae-Scytia adalah salah satu keturunan sepuluh suku yang
hilang dari Bani Israel. Mereka dibuang oleh kerajaan Asyria sejak tahun
700 SM. Sepuluh suku Israel ini tersebar luas di seberang sungai
Eufrat.
Amerika Serikat dan Inggris Adalah Keturunan Langsung Yakjuj Makjuj Scythia.
Hanok ben Galutyah (2007) dalam artikelnya yang berjudul
The Republic of Sakha, Ancient Israelite Residue
menyebutkan kekerabatan yang dekat antara orang berbahasa Turki di Asia
Tengah dengan orang Amerika. Lebih lanjut Hanok menjelaskan:
“Terdapat bukti yang menarik bahwa penghuni asli benua Amerika
(terutama Y-Haplogroup Q) juga mempunyai hubungan dengan orang berbahasa
Turki. Artikel itu menyimpulkan, diantara masyarakat Asia Kuno yang
mempunyai leluhur orang Turki diketahui telah berpindah dari tanah air
mereka di Stepa Asia Tengah dan Siberia ke arah timur, barat, utara, dan
selatan. Berdasarkan hal tersebut, dapat diketahui pula bahwa rakyat
asli Amerika telah berpindah tempat dari Asia ke tanah air baru mereka
di Amerika beribu-ribu tahun yang lalu.”
Berdasarkan informasi tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa benua
Amerika termasuk lokasi kediaman Yakjuj dan Makjuj dari garis keturunan
Turki-Scythia. Mereka memasuki benua Amerika dengan cara melewati Selat
Bering, yaitu selat yang memisahkan antara benua Asia dan benua Amerika.
Kemudian mereka melewati Alaska, menuju Kanada dan Amerika Serikat.
Diantara mereka ada juga yang mengembara hingga ke Amerika Selatan.
Para penjelajah Cina dari Dinasti Ming (1421 M) yang pernah
mengunjungi benua Amerika pada abad ke-14 pernah melihat penghuni benua
Amerika yang suka memakan sesama manusia.
Sebuah artikel yang ditulis oleh United Church of God berjudul
The United States and Britain in Alkitab Prophecy
menjelaskan secara kronologis mengenai asal-usul keturunan bangsa
Amerika dan Inggris. Sebagai pendahuluan, terdapat artikel yang berjudul
Two Nation That Changed The World, sedangkan penjelasan tiap-tiap bab sebagai berikut:
1.
“God’s Commitment to Abraham and His Descendants”. Bab ini menjelaskan dalil-dalil Alkitab yang berkenaan dengan janji Tuhan terhadap keturunan Ibrahim (Abraham).
2.
“Israel Golden Age”. Bab ini menjelaskan masa keemasan Israel dibawah kepemimpinan nabi Daud dan Sulaiman.
3.
“From Empire to Exile”. Bab ini berisi penjelasan
mengenai sebab-sebab kehancuran Israel pasca wafatnya Sulaiman. Dimulai
dari perpecahan Israel menjadi dua kerajaan yaitu Judea (Judah) dan
Israel Utara (Efraim). Efraim adalah anak keturunan nabi Yusuf. Raja
Jeroboam (Israel Utara) mengubah agama Israel menjadi penyembah berhala.
Tuhan menghukum kerajaan Israel Utara dengan mengirim bala tentara
Asyria. Kerajaan Israel Utara hancur, semua penduduknya dibuang, Israel
keturunan Efraim hidup dalam pembuangan.
4.
“The Mysterious Scythians Burst Into History”.
Bab ini berisi penjelasan mengenai bangsa Scythia yang dihubungkan
dengan hilangnya Sepuluh Suku Israel. Dijelaskan juga bahwa bangsa
Scythia juga adalah Sepuluh suku bangsa Israel yang hidup dalam
pembuangan.
5.
“Britain and United States Inherit Jospeh’s Brithright.
Bab ini berisi penjelasan tentang janji besar untuk keturunan Yusuf
yang terdapat dalam Alkitab. Didalam Alkitab, Tuhan menjanjikan
kepemimpan pada keturunan Yusuf. Bangsa Inggris dan AS dipercaya sebagai
perwujudan janji Tuhan. Kehebatan militer Inggris dan Amerika di
seluruh dunia merupakan janji Tuhan untuk keturunan Yusuf. Keduanya
juga dianggap sebagai bangsa yang diberkati. Masa depan Anglo-Saxon yang
cemerlang.
6.
“From Punishment to Destiny”. Bab ini menjelaskan
tentang perubahan hukuman menjadi berka. Yang dimaksud adalah janji
disatukannya Israel dan Judah dibawah kepemimpinan Yesus yang akan turun
pada akhir zaman. Penjelasan mengenai kemenangan Israel.
Dari artikel tersebut, dapat diketahui bahwa Scythia adalah keturunan
Israel Efraim yang kemudian mengembara menjadi bangsa Anglo-Saxon di
Inggris dan Amerika Serikat. Jika dihubungkan dengan pendapat Josephus
yang menyebut Magog adalah bangsa Scythia berarti bangsa Israel, Amerika
Serikat, dan Inggris adalah anak keturunan Magog (Makjuj). Hal ini
berarti seluruh negara tersebut adalah Yakjuj dan Makjuj.
Steven M. Collins (2003) dalam bukunya,
The Ten Tribes Of Israel...Found!
berisi kesamaan tema dengan artikel United Church of God. Hanya saja
yang membedakan, tulisan Collins tidak membahas mengenai Amerika
Serikat.
Dalam ringkasan bukunya, Collins menulis “Scythia” adalah istilah
yang digambarkan banyak orang sebagai suku yang hidup di Asia Kuno dekat
Laut Hitam dan Laut Kaspia. Banyak suku Scythia, Sacae dinamakan
menurut keturunan yang disegani di Alkitab sebagai Isaac. Sacae muncul
di daerah ini setelah kejatuhan Kerajaan Israel. Orang Yunani mencatat
bahwa orang Scythia di Laut Hitam adalah orang yang beradab. Mereka
dikenal sebagai masayarakat yang menjauhkan diri dari agama asing serta
mempunyai ciri khas Ibrani dengan larangan memakan daging babi.
Orang Scythia menamakan kembali semua sungai yang mengalir ke Laut
Hitam dengan nama-nama modern sekarang seperti Danube, Don, dan
lain-lain. Hal tersebut mereka lakukan untuk mengabadikan nama suku
Israel yang bernama Dan. Suku Sacae hidup di sebelah utara Palestina
(Laut Hitam) ketika nabi Jeremiah menyampaikan pesan kepada sepuluh suku
Israel yang hidup di utara Palestina.
Inggris dan Amerika Adalah Keturunan Scythia.
Mayoritas ahli sejarah mengakui bahwa orang Anglo-Saxon membuat suatu
persediaan kaum yang ditemui di beberapa bangsa Barat modern. Sebuah
halaman website bernama Brit-Am (Britain Amerika) membicarakan secara
khusus mengenai perjalanan diasporan Bani Israel (Sepuluh Suku Yang
Hilang).
Website ini menyimpulkan orang-orang Inggris dan Amerika memiliki
akar keturunan yang sama dari sepuluh suku Israel yang hilang, yaitu
suku Scythia/Sacae atau Saxa/Saxon. Pada 1723 , seorang pelarian yang
juga seorang cendekiawan gereja Perancis Huguenot, Dr. Jacques Abbadie
menulis sebuah buku yang berjudul
The Triumph of Providence (Kemenangan untuk Masa Depan). Di dalam bukunya ia menyatakan,
“Adalah tidak mungkin sepuluh suku Israel terbang menghilang ke udara,
atau terbenam ke dalam bumi. Mereka adalah sepuluh suku Gothic yang
masuk Eropa pada abad kelima sebelum masehi,...dan mendirikan sepuluh
bangsa Eropa modern.”
Menurut Jordanes dalam tulisannya yang berjudul
“Getica”,
suku Goth termasuk dalam keturunan suku Scythia. Mereka berasal dari
kawasan yang berdekatan dengan Laut Azov. Menurut Jordanes, mereka
pindah ke arah utara menuju Scandzia. Di tempat tersebut, mereka
mendirikan sebuah pemisahan garis raja secara diam-diam di pulau
Gotland.
Dalam website gereja “Orange Street Congregational Church”,
menjelaskan 9 prinsip pemahaman kepercayaan yang menjadi landasan
keimanan mereka. Pada prinsip ketujuh dan delapan berkaitan dengan
kepercayaan terhadap bangsa Celto-Anglo-Saxon.
Prinsip ke-7 Kami percaya: Bangsa Israel terbagi
menjadi dua kerajaan. Satu disebut Judah (Judea) dan satu lagi disebut
Israel. Sekitar 745-676 SM, kerajaan Israel dibawa ke Asyria dan tidak
pernah kembali ke Palestina. Mulai saat ini mereka menjadi Sepuluh Suku
Israel Yang Hilang. Sejarah menceritakan kepada kita bahwa migrasi
mereka dari Asyria melalui Rusia Selatan menuju Eropa dengan berbagai
nama seperti Chimmeria, Goth, Angle, Jute, Saxon, Dane (Denmark), Viking
dan penduduk Normandy.
Prinsip-8 Kami percaya: Keturunan yang benar
dari Israel adalah Celto-Anglo-Saxon, Skandinavia, Jerman, Dutch
(Belanda), rakyat Australia, Kanada, Afrika Selatn, Selandia Baru,
Amerika (A Great Nation), dan Kepulauan Inggris (A Great Nation and
Company of Nation).
Jika bukti tersebut dihubungkan dengan teori halaman situs yang dibuat oleh United Church of God yang berjudul
“The United States and Britain in Alkitab Prophecy” serta buku karangan Steven M.Collins (2003) yang berjudul
“The Lost Ten Tribes of Israel...Found!” dapat
diketahui bahwa bangsa-bangsa Eropa, Amerika Serikat, dan Australia
adalah keturunan Saxon (Scythia), bangsa Scythia sendiri adalah
keturunan dari Magog.
John S.C. Abbot (1859) didalam bukunya yang berjudul
“The Empire of Russia” menyebutkan bangsa Indian di Amerika Utara termasuk bangsa keturunan Scythia.
Teori Scythia adalah Yakjuj Makjuj adalah berasal dari Flavius
Josephus. Ia menginditefisikan Magog (Makjuj) sebagai Scythians (orang
Scythia) didalam bukunya yang berjudul
“Jewish Antiquities” .
Magog berasal dari Magogians (orang Magog). Nama Magog berasal dari mereka. Orang Yunani disebut Scythians (Scythia).
Jika hal ini benar, ia akan mendukung pendapat Syaikh Abdurrahman As-Sa’di dalam bukunya
“Fitnah Ad- Dajjal wa Yakjuj wa Makjuj” ia menjelaskan Yakjuj Makjuj adalah “Bangsa-bangsa Eropa dan orang yang mirip seperti mereka dari penduduk Amerika.”
Didalam kitab Ezekiel 38: 1-4 diterangkan:
“Datanglah kata Tuhan kepadaku, bunyinya, ‘Hai anak Adam!
Tunjukkanlah mukamu kepada Juj dan tanah Majuj, raja Jus, Mesekh, dan
Tubal dan bernubuatlah akan halnya’. Katakanlah. Demikianlah kata Tuhan
Hua. Hanya aku membalas kepadamu kelak, hai Juj, raja Rus, Mesekh, dan
Tubal. Dan kubawa engkau berkeliling dan kububuhkan kait pada
rahangmu...”
Didalam ayat tersebut, Juj diuraikan dengan sangat jelas. Dalam
kutipan tersebut, Juj memiliki pengertian yang sama dengan Yakjuj dalam
Al-Qur’an. Dia dikatakan sebagai raja Rusia, Moskow, dan Tubal.
Sementara itu, Majuj (Makjuj) hanya dikatakan sebagai “Tanah Makjuj”.
Tiga nama yang disebutkan dalam Alkitab ialah Rus atau Rusia, Masekh
atau Moskow, dan Tubal atau Tobolsk. Rusia adalah nama negara, sedangkan
Omask dan Tobolsk adalah nama dua sungai yang terletak di sebelah utara
Pegunungan Kaukasus. Sungai Omask nengalir melewati kota Mosko,
sementara sungai Tobolsk adalah dua kota yang termahsyur di Rusia.
Mengingt begitu jelasnya deskripsi, jadi tidak perlu diragukan lagi
siapa Yakjuj itu.
Jadi jelas sekali yang dimaksud dengan Juj adalah Rusia, tempat
kediaman bangsa Slavia, dan Makjuj adalah nama negara yang sama. Jadi,
disatu sisi Juj dikatakan sebagai raja Rusia. Namun disisi lain dia
digambarkan mendiami tanah Majuj. Rusia terletak di Eropa. Penduduk
Eropa terdiri dari dua suku bangsa yaitu, Slavia dan Teutionia. Bangsa
Teutonia meliputi bangsa Inggris dan Jerman. Hal ini menunjukkan dengan
sangat jelas bahwa Juj adalah nama bangsa Eropa Timur (Slavia),
sedangkan Makjuj adalah nama bangsa-bangsa Eropa Barat, yaitu bangsa
Teutonia.
Terlihat juga bahwa kedua bangsa di atas pada mulanya mendiami tanah
yang sama. Bisa jadi Juj, dan Majuj adalah nama atau julukan nenek
moyang untuk kedua bangsa ini. Hal ini dibuktikan dengan adanya
kenyataan bahwa patung Yakjuj dan Makjuj sudah berdiri di depan
Guildhall London yang terkenal sejak jaman dahulu.
Jika dua nama itu tidak ada hubungannya dengan nenek moyang
bangsa-bangsa ini, mengapa patung mereka ada pada gedung Dewan
Perwakilan Rakyat ?
Berdasarkan keterangan yang terdapat didalam Alkitab, serta bukti
sejarah yang telah dilengkapi dengan dua patung di London maka sudah
dipastikan bahwa Yakjuj dan Makjuj bukan nama imajiner. Kedua nama itu
adalah nama dua suku bangsa yang mendiami benua Eropa dan yang
seluruhnya menutupi daratan Eropa. Dapat juga dilihat tanda-tanda yang
jelas mengenai identitas bangsa-bangsa seperti yang terdapat dalam
Al-Qur’an bahwa mereka akan mengalir dari tiap-tiap tempat yang tinggi.
Berdasarkan dalil tersebut, JELASLAH BAHWA YAKJUJ MAKJUJ ADALAH BANGSA
EROPA YANG NANTINYA AKAN MENGUASAI SELURUH MUKA BUMI.
Tuduhan kaum Orientalis-Zionis-Evangelis tentang Yakjuj Makjuj yang
akan muncul pada akhir zaman adalah kaum Muslimin tidak beralasan.
Sejarah dan inskripsi Yahudi sendiri (Flavius Josephus) yang membuktikan
Gog Magog adalah bangsa Scythia (bangsa Indo-Eropa dan berbahasa
Indo-Eropa). Para ahli Tafsir Alkitab dari Barat menafsirkan Scythia
adalah keturunan bangsa Israel Utara yang pernah dibuang oleh kerajaan
Assyria pada tahun 721 SM.
Bahkan setelah menemukan hubungan Scythia = Israel, para Evangelis
Zionis ini mencoba membersihkan karakter Scythia dari kaum ganas abad
ke-8 hingga 5 SM menjadi bangsa yang baik keturunan nabi Ishak (Isaac).
Nama Isaac diduga berasal dari nama “Saca” atau “Scythia”. Kemudian demi
menjaga hubugnan baik dengan Eropa dan Amerika para Evangelis-Zionis
membuat suatu kesimpulan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Amerika adalah
keturunan Sycthia (Israel).
Berdasarkan sumber-sumber Evangelis-Zionis ini dapat disimpulkan Gog
Magog adalah Scythia atau Saca atau Saxon (Anglo Saxon) keturunan
Israel, yang sekarang menjadi bangsa-bangsa Eropa dan Amerika.
Logikanya, kolonialisme bangsa Eropa atas negeri-negeri Timur dan
Islam pada abad ke-18 hingga 20 M adalah salah satu episode keluarnya
Yakjuj dan Makjuj.
Wallahualam Bissawab !
Sumber: Dikutip dari buku Jejak Yakjuj dan Makjuj Dalam Inskripsi Yahudi (Wisnu Sasongko)
Baca juga: